Switchable Me : Jadi Ibu RT, Entrepreneur & Blogger Butuh Acer Switch Alpha 12 - Saya memang bukan wanita karier yang bekerja di ruangan ber-AC yang dingin dengan jobdes A hingga Z sebagai guidance harian. Meja (kerja) saya hanya ada notebook butut tanpa tumpukan berkas-berkas penting. Kapanpun saya mau off karena kecapaian tidak akan dipotong gaji.

Saya bukan orang kantoran. Ya, setidaknya sudah 5 tahun meninggalkan status itu karena mengikuti suami “njajah deso milangkori” mulai dari Purwokerto, Semarang, Kudus dan Jepara mencari pengalaman hidup. Sekarang terdampar dengan syahdu di Kalasan Sleman Ngayogjokarto Hadiningrat.

 

Meninggalkan status orang kantoran bukan berarti WTS (Wanita Tanpa Status). Sekarang malah menyandang tiga status sekaligus yakni sebagai Ibu Rumah Tangga (RT), Entrepreneur kelas kampung dan Blogger. Tiga status ini merupakan manifestasi dari kewajiban, profesi dan hobi. Menantang sekaligus mengasikkan, bukan?

Sebagai ibu RT jelas saya punya tanggung jawab ngrumati dan ngayomi 2 (dua) anak yang beranjak gede bersama suami, dan sebagai entrepreneur kini lagi seru-serunya membangun bisnis kuliner kelas kampung alias warung makan. Jadi, setiap hari selepas subuh sudah berbagi pekerjaan dengan suami. Saya asik dengan aksi bersih-bersih dapur, masak buat sarapan keluarga, menjadi “tukang ojek” anak-anak ke sekolah sekaligus ke pasar untuk belanja kebutuhan warung sedangkan suami prepare warung, menyiapkan beberapa menu khas dan menghandel pelanggan yang mampir untuk sekedar ngopi, ngeteh dan nyabu (nyarap bubur) pagi hari.

Setelah meninggalkan status orang kantoran, kini saya menyandang status sebagai Ibu Rumah Tangga, Entrepeneur kelas kampung  dan Blogger. Status ini merupakan manifestasi dari kewajiban, profesi dan hobi sekaligus.

So, tidak lagi ada kata “Krido Lumahing Astho” uang belanja bulanan dari suami kayak dulu karena kebutuhan keluarga ditentukan dari hasil usaha bersama (untung-rugi) yang dikalkulasi harian. Lain daripada itu saya lebih punya punya banyak quality time bersama keluarga, bisa bebas berkreasi dan yang paling penting adalah waktunya ibadah bisa lebih maksimal. Asiknya tuh di situ, sampeyan mau coba?

Untuk menambah asap dapur agar selalu kebul-kebul, saya menjalankan usaha kreatif yakni design kecil-kecilan dengan client perorangan, beberapa lembaga maupun korporasi. Sebenarnya usaha ini adalah hikmah yang tak disangka-sangka. Awalnya hanya sebuah keinginan untuk bisa bikin panflet 17-an akhirnya malah menjadi sebuah hobi sekaligus profesi tambahan.

Saya juga aktif ngeblog, kok. Hobi tulis menulis ini saya tekuni sejak dua tahun lalu. Karena berawal dari nol prutul maka saya pun antusias untuk bergabung  dalam komunitas blog tanah air seperti Komunitas Emak-Emak Blogger (KEB), Blogger Perempuan, Fun Blogging Community, Warung Blogger, dan lain sebagainya. Tentu saja dengan niatan untuk belajar banyak dan mendapatkan ilmu ngeblog dari situ. Tempo hari juga baru beli domain & hosting paket hemat untuk menjajal platform wordpress yang rumit. Believe it or not, begini nih #switchableME setiap hari.

Aktifitas harian saya memang lumayan ribet, tidak kalah seru dengan orang kantoran. Tak jarang melakukan banyak hal dalam waktu yang bersamaan (multitaskting) mulai dari melayani pelanggan warung, memenuhi kebutuhan anak-anak, merampungkan pesanan design dan ikut lomba blog kalau ada tema yang saya anggap mampu. Serakah nggak sih?

Namanya juga warungan, orang mau makan dan minum tidak bisa ditebak datangnya, tidak jam makan pun sering terjadi. Kebayang kan gimana kalau berbarengan dengan deadline design yang biasanya penuh dengan revisi dari client, apalagi kalau ada niatan ikut lomba blog yang sudah memasuki last minute. Begitulah, tetapi saya menikmati sekali.

Dari semua aktifitas itu yang menggunakan teknologi adalah ngeblog dan design, jadi mutlak membutuhkan notebook dan koneksi internet. Kalau hanya sekedar ngeblog mestinya cukup pakai notebook dengan spesifikasi standart karena kebutuhannya hanya jaringan internet, aplikasi olah foto dan software design ringan. Tapi untuk design mah enggak begitu.

Bagi saya, merampungkan design membutuhkan banyak software baik 2D maupun 3D. Beberapa software design tersebut hanya bisa maksimal ketika di jalankan dengan notebook atau PC dengan spesifikasi tertentu. Untuk membuat design 2D misalnya, spesifikasi minimal yang dibutuhkan kurang lebihnya adalah intel core i3, RAM DDR3 2 GB, VGA Card Dedicated 1 GB dan HDD 500 GB. Sedangkan untuk design 3D minimalnya adalah intel core 5/7, DDR3 4 GB, VGA dedicated 2 GB dan HDD diatas 500 GB.

Dalam beberapa hal karena permintaan pelanggan, sebuah design membutuhkan banyak software yang berjalan secara simultan. Sebagai contoh, coba lihat gambar di bawah ini dan klik untuk memperbesar. Gambar-gambar ini saya buat menggunakan beberapa software Photoshop, Corel/Adobe Ilustrator (2D) dan sotfware 3D kecuali gambar Bupati dan Wakil bupati Indramayu serta penari Jarang Kepang, itu foto asli.

Sangat sulit bagi saya untuk mengerjakan gambar-gambar di atas bila hanya menggunakan software 2D saja. Selain memakan waktu yang lama, hasilnya juga kurang realistik jadi mesti menggabungkan fungsi beberapa software baik 2D maupun 3D.

Nah, untuk kecepatan proses dan mendapatkan hasil yang maksimal saya membutuhkan spesifikasi notebook dengan periperal yang mendukung pula. Artinya, notebook mesti lumayan canggih dengan memperhitungkan jenis prosesor dan speednya, jumlah inti core, fitur Hyper Treading dan Virtualization, besaran kapasitas cache (L1, L2, L3), GPU, RAM dan lain sebagainya. Jadi, ini bukan masalah ‘sok canggih tapi mutlak karena kebutuhan untuk menjalankan software-software di bawah ini secara simultan.

Sementara ini saya memang masih menggunakan notebook jadul lungsuran punya suami dulu ketika masih kerja kantoran. Sudah berusia lanjut sih karena dibeli 5 tahun lalu. Sepertinya Si lapee sudah kepayahan untuk menjalankan aplikasi 2D dan 3D secara bersamaan. Selain GPU (Graphic Processor Unit) pas pasan, RAM hanya 2 Gb dan speed juga masih 2.30 GHz. Artinya memang kurang mendukung untuk menjalankan aplikasi design sekelas 3D Max, Cinema, Photoshop, Illustrator, After effect, Light Room dengan sempurna.

Technically, sepertinya memang kudu nabung beberapa saat untuk membeli notebook dengan spesifikasi yang sesuai hobi ngedesign saya tersebut. Kepenginnya sih sekalian yang hybrid, selain bisa untuk on table process design juga bisa berfungsi sebagai tablet yang bisa ditenteng ketika kumpulan dengan emak-emak arisan.

Dulu pengen sekali sama Acer Aspire Switch 12S (SW7-272). Begitu keluar Acer Switch Alpha 12 jadi pengin ini, yang core i5 sudah cukup. Sumpah, spesifikasi notebook ini memenuhi ekspektasi saya terkait untuk design, ngeblog dan aktifitas yang lain. Intinya adalah….

 

 

Acer memang nggak pernah berhenti berinovasi membuat produk-produk berkelas baik dari segi design maupun performa untuk memberikan pengalaman yang unik dan asik bagi penggunanya. Tak heran kalau Acer berhak atas predikat “The Leader” dalam ranah notebook hybrid atau 2-in-1 di Indonesia.

Posisi sebagai The leader ini  semakin mantap dengan hadirnya Acer Switch Alpha 12 yakni Notebook hybrid terbaik sekaligus tablet dengan sistem pendinginan air yang bernama Acer LiquidLoop™. Teknologi ini adalah Trademark Acer dan menjadi pertama di dunia.

Tidak itu saja, Acer Switch Alpha 12 ini juga mengusung teknologi dan fitur-fitur terkini. Begini loh SPESIFIKASI dan KEUNGGULAN Acer Switch Alpha 12. Pantengin ya, jangan berkedip.

Spesifikasi Acer Switch Alpha 12

 

 

Ini keren, I love it ! Notebook Acer yang satu ini kencang dan berperfoma tinggi. Prosesornya menggunakan teknologi intel generasi ke-6 yang disebut juga SkylakeJenis prosesor ini biasanya dipakai untuk ultrabook dan notebook high-end keluaran terbaru. Dua inti CPU-nya mempunyai fitur Hyper-Threading pada kecepatan 2.8 – 3.1 GHz. Dijamin ngalahin Lorenzo di lintasan. 

Terintegrasi dalam prosesor yang menjadikan larinya semakin cepat adalah dukungan memory controller dual-channel DDR 3. Keuntungannya, produktivitas 2.5x lebih baik sehingga tidak banyak waktu terbuang sia-sia. Prosesor ini juga dirancang anti panas sehingga mampu menghemat energi 30%. Itulah kenapa Acer Switch Alpha 12 mampu ngacir dalam rentang waktu 8 jam dengan battery 4,870 mAh.

Saya juga tertarik dengan kartu grafisnya yakni Intel HD Graphics 520. Walaupun on-board, kartu grafis yang dipakai adalah versi GT2 dari jajaran GPU Skylake. Execution Unit-nya mampu mencapai kecepatan 300 – 1000 MHz. Kalau mau dibanding-bandingkan, maka kinerja HD Graphic 520 tidak kalah dengan GeForce 820M.

Nah, dengan dukungan kartu grafis ini Acer Switch Alpha 12 sangat powerfull menjalankan aplikasi 3D atau game-game rilisan terbaru yang beresolusi tinggi, detail yang lebih baik dengan kecepatan frame yang lebih cepat. Begini loh hasil pengujian yang dilakukan oleh laptopmag terkait kinerja grafis Switch Alpha 12.

 

Fitur terdepan lainnya adalah Port USB Type-C dengan USB 3.1 gen 1. Port ini memberi pengalaman berbeda dengan type sebelumnya. Selain memiliki port bolak balik yang praktis, port type C ini juga 10 x lebih cepat dibandingkan dengan generasi sebelumnya dimana kecepatan transfer datanya mampu mencapai 5-10 Gbps

 

Sistem pendingin mutlak dibutuhkan oleh notebook maupun PC konvensional, terlebih lagi kalau dipergunakan untuk menjalankan aplikasi berat seperti 3D atau video editing dengan sitem render yang  baik. Kipas dengan fungsi utama adalah mendinginkan mampu menjaga kinerja notebook tetap stabil dan terhindar dari panas berlebih (overheating). Sayang sekali dalam beberapa kasus, pemakaian kipas sebagai pendingin justru menyebabkan noise yang mengganggu konsentrasi ketika notebook atau PC dioperasikan. Ini masih umum sampai saat ini.

Berbeda dengan notebook konvensional, Acer  Switch Alpha 12, Notebook Hybrid Intel Core Pertama Tanpa Kipas sebagai pendingin tetapi menggunakan teknologi Acer LiquidLoop™ yakni pipa berisikan cairan pendingin untuk menstabilkan suhu prosesor Intel Core i Series di dalamnya secara optimal.

Banyak keuntungan dari teknologi tanpa kipas (fanless) Acer Liquidloop ini ialah mampu bekerja senyap (tidak berisik), bebas debu yang menjadikan motherboard berumur panjang, nyaman saat dipangku karena tidak menggunakan fentilasi udara serta membantu menghemat daya.

Pertanyaannya adalah bagaimana cara kerja Acer LiquidLoop™ pada Acer Switch Alpha 12 ? Begini nih cara kerjanya : 

 

 

Notebook hybrid Acer Switch Alpha 12 dirancang dengan bodi yang tipis dan bobot yang ringan. Ukuran dimensi keseluruhan pad dan  dock adalah 292.1 (W) x 201.4 (D) x 15.85 (H). Dengan design ini, Acer Switch Aplha 12 sangat mendukung mobilitas penggunanya yang membutuhkan kerja efesien dan dari mana saja.

Acer Switch Alpha 12 juga dapat diubah dengan cepat dan aman menjadi notebook atau tablet sesuai dengan kebutuhan. Caranya hanya dengan melepas atau memasang kembali keyboard docking dengan monitor yang dihubungkan dengan eksel magnetik. Selain mempunyai fungsi sebagai papan ketik, keyboard docking juga berfungsi sebagai screen protector.

Keyboard docking pada Acer Switch 12 juga dilengkapi dengan backligt yang berguna bila dipergunakan mengetik ditempat-tempat yang mempunyai pencahayaan redup. Bila dipakai sebagai tablet, pengguna tinggal memfungsikan kick stand yang bisa diatur sudutnya hingga 165° untuk memberikan sudut pandang yang diinginkan.

 

Acer Switch Alpha 12 memiliki display 12” beresolusi tinggi yaitu QHD (2160 x 1440). Tingginya resolusi ini mampu menyajikan kualitas gambar paling jernih bila dibandingkan dengan generasi-generasi layar beresolusi VGA, HD & FHD. Display ini memiliki area pandang yang lebih luas sehingga cocok dipakai untuk bekerja dengan spreadsheet. Selain telah menggunakan display beresolusi tinggi, Switch Alpha 12 juga dilengkapi dengan teknologi IPS (In Plane Switching) yang memberikan pengalaman berbeda bagi penggunanya.

Layar dengan teknologi IPS ini menawarkan banyak keuntungan seperti warna dan kontras tidak berubah dari semua sudut pandang sampai 178°, tidak mengeluarkan ekor cahaya ketika disentuh, mampu memproses sinyal dengan kecepatan tinggi, tahan benturan dalam ukuran tertentu dan mampu mereproduksi gambar dengan jelas. Oleh sebab itu, Acer Switch Alpha 12 ini cocok untuk fotografi, desain grafis, produksi film, CAD atau CAM teknik, medis dan juga aplikasi keamanan. Tuh kan, notebook seperti nih yang paling saya butuhkan.

Acer Switch Alpha 12 juga telah dilengkapi dengan fitur Acer BlueLight Shield, yakni sebuah teknologi yang mampu melindungi mata dari emisi cahaya biru dari layar notebook. Emisi ini berbahaya karena menyebabkan mata lelah dan kering. Nah, BlueLight Shield ini mampu mereduksi efek biru hingga mencapai 54%. Artinya, pengguna tidak perlu lagi membeli kaca mata khusus agar terhindar dari dampak emisi cahaya biru yang dihasilkan layar display. 

Display Acer Switch Alpha 12 ini juga bisa dioperasikan dengan stylus pen bawaan Acer. Bukan stylus biasa tetapi stylus pen dengan tingkat kesensitivitasan hingga 256 tingkat tekanan yang mampu memberikan pengalaman menulis digital yang rapi dan mudah. Pena ini juga sangat membantu saat menggunakan fitur Windows Inks, seperti mengatur ketipisan dan ketebalan garis atau membuat sketsa digital lebih presisi saat layar menjadi kanvasnya.

Mau tahu asiknya pemakaian stylus pen untuk edit foto dengan Acer Switch Alpha 12, tonton video yang berikut ini ya.

 

 

Acer memang tidak pernah berhenti menciptakan produk-produk hybrid (2 in 1) yang inovatif dengan teknologi terkini yang digemari masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan pencapian market share hingga 80% ditahun 2015 serta diraihnya penghargaan Taitra Excellent Award 2016 untuk 10 produk Acer, dan beberapa diantaranya adalah produk hybrid Switch series.

Tidak berhenti sampai di situ, dari segi layanan purna jual, Acer juga berhasil meraih manajemen ISO 9001:2008 untuk kategori Costumer Service Center. Saat ini Acer memiliki 102 lokasi customer service center di 81 kota di 34 provinsi seluruh Indonesia yang siap memberikan layanan kepada pelanggan.

Salah satu produk hybrid Acer yang semakin memantapkan posisi sebagai market leader adalah Switch Alpha 12 yang mempunyai performa tinggi dan merupakan notebook pertama di dunia dengan sistem pendingin tanpa kipas (fanless), Acer LiquidLoop™ .

Dengan dukungan intel core skylake, fitur Hyper-Threading pada kecepatan 2.8 - 3.1 GHz, DDR3 4 / 8 GB, Intel HD Graphics 520, Port USB type C dengan USB type 3.1 Gen 1 dan fiture Acer BlueLight Shield, Acer Switch Alpha 12 ini semakin istimewa. Apalagi notebook ini begitu ringan dan ramping walaupun disematkan layar display 12′ beresolusi tinggi berteknologi IPS QHD (2160 x 1440).

Lain daripada itu, Acer Switch Alpha 12 ini juga menawarkan pengalaman mengasikan dalam melakukan tugas-tugas harian sekaligus hobi karena bisa difungsikan sebagai notebook maupun tablet lengkap dengan stylus pen yang sangat sensitif.

Bagi saya, Acer Swicth Alpha 12 sesuai dengan ekspektasi sekaligus mendukung profesi dan hobi sebagai seorang designer dan blogger. Dengan melihat spesifikasi dan teknologi yang berkaitan dengan profesi dan hobi tersebut, berikut penilaian saya untuk Acer Swicth Alpha 12.

[skillwrapper type=”circle” track_color=” #FF8C00″ chart_color=”#333333″ chart_size=”200″ align=”center”]
Processor & Speed
0
Graphic Processor Unit
0
Random Access Memory
0
Display Technology
0
[/skillwrapper]

Nah, dengan begitu banyak teknologi terkini yang dimiliki Acer Swicth Alpha 12 ini, maka tidak bakalan kecewa merogoh kocek Rp 13,799,000 untuk membawa pulang Switch Alpha 12 Core i5 dan Rp 19,999,000 untuk Switch Alpha 12 Core i7. Akan tetapi sebelum memutuskan membeli, kita bisa berkonsultasi dulu untuk mendapatkan penjelasan teknis melalui akun media sosial resmi Acer sebagai berikut :

Twitter

Facebook

Website

Instagram

Youtube

Call Center

1500-155

 

 

Banner Lomba

Kalau sudah oke, belinya bisa di sini.

Bhinneka

 

 

4717total visits,5visits today


Jogja Sleman Blogger Jogja Emak-Emak Blogger Blogger Perempuan Blogger Hijaber Indonesia warungblogger