Menjadi Identitas Bangsa, Batik Memang Lebih Baik

Ada banyak alasan bagi kita untuk bangga #menjadiIndonesia, satu dari sedikit bangsa-bangsa di dunia yang mampu mempertahankan identitas kebangsaanya berupa warisan peradaban tinggi dan adiluhung yang terpelihara hingga saat ini.

Identitas itu berupa keramahan khas ala orang timur, adat istiadat dan warna-warni budaya dari 262 juta masyarakatnya yang mendiami tak kurang dari 16.056 pulau dari Sabang sampai Merauke.

Nah, salah satu identitas yang tetap terpelihara dan lestari hingga saat ini, hasil olah budaya anak bangsa adalah Batik.

Sebagai warga negara, kita mesti bangga dengan Batik. Tak hanya sebagai warisan budaya dan menjadi identitas bangsa saja, Batik bahkan telah menjadi warisan dunia.

Orang sedunia pun tahu kalau batik telah diakui sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia (World Heritage) oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 1999, tanggal yang akhirnya ditetapkan juga sebagai hari Batik Nasional di negara kita.

Pengakuan ini otomatis menempatkan negara kita sebagai pusat Batik Dunia (Batik Resources Center), sekaligus melengkapi 5 (lima) budaya asli Indonesia yang juga diakui dunia seperti Wayang Kulit (UNESCO, 2013), Keris (UNESCO, 2005), Lagu Rasa Sayange (Malaysia secara de facto mengakui, 2007), Reog Ponorogo (Malaysia secara defacto mengakui, 2007) dan Tari Pendet (Discovery Channel Singapore, 2009).

Keren, bukan ?

Batik Indonesia Memang Lebih Baik

Menurut saya pengakuan dunia atas batik menjadi pencapaian yang sangat prestisius dan luar biasa bagi bangsa Indonesia,

Bukan saja menunjukan kepada dunia bahwa republik yang kita cintai ini memang kaya akan budaya, tradisi dan kesenian sebagai bagian dari kedirian bangsa, tetapi juga membuka peluang lebar bagi tumbuhnya ekonomi kerakyatan.

Wajar deh kalau kita bangga. Kebanggaan bagi siapapun orangnya yang mengaku bertumpah darah, berbangsa dan berbahasa yang satu Indonesia, ya nggak sih?

Namun yang lebih penting lagi bahwa pencapaian ini juga menunjukkan bahwa Batik Indonesia memang lebih baik dari Batik negara-negara lain. Nah lho, maksudnya ?

Iya, sudah menjadi rahasia umum bahwa negara kita bukanlah satu-satunya negara produsen Batik di dunia karena beberapa negara di belahan dunia lain juga memproduksinya.

Setidaknya saya mencatat ada 12 negara produsen Batik lain seperti China, Malaysia, Thailand, Azerbaijan, Kamerun / Afrika, India, Singapura, Brunai Darussalam, Jepang, Sri Lanka, Mesir dan Senegal.

Trus, apa alasannya kalau Batik Indonesia memang lebih baik ?

Peta

Ada 2 (dua) alasan mendasar kenapa Batik Indonesia lebih baik dibandingkan produksi negara lain hingga diakui sebagai warisan dunia.
Pertama, Batik Indonesia adalah Pesona Indonesia yang sebenarnya, orisinil, kaya corak dan motif. Batik Indonesia dibuat dengan bahan berkualitas melalui proses kreatif tangan (handmade) yang rumit dan membutuhkan keahlian spesifik dari para pembatiknya. Kita mengenalnya sebagai Batik Tulis dan Batik cap.

Ini jelas bukan seperti batik kepunyaan negara-negara lain yang umumnya dibuat dengan cara di printing (Printed Batik).

Kedua, Batik Indonesia tidak tiba-tiba ada. Kehadirannya mempunyai riwayat panjang, turun temurun dari generasi ke generasi sejak abad ke-17.
Artinya, batik sudah ada di jaman Majapahit dan pada masa-masa penyebaran agama Islam di Nusantara.

Jadi, Batik Indonesia benar-benar memenuhi syarat disclosure of origin sebagai warisan budaya asli Indonesia.

Inilah kenapa Batik Indonesia mamang lebih baik dibanding produk negara lain di dunia.

Tak Hanya Populer, Ini Alasan Kenapa Memakai Batik Itu Seru Dan Lebih Baik

atik kini dipakai di mana-mana. Di banyak daerah bahkan menjadikan Batik sebagai seragam sekolah, seragam komunitas atau menjadi identitas perusahaan. Sampai-sampai, tidak ada pesta pernikahan tanpa orang yang memakai batik di dalamnya. Bener gak, sih.  Bukan tanpa dasar kalau Batik menjadi sejenis pakaian populer dan digemari banyak orang. Mungkin bisa disebut sebagai pakaian bersejuta-juta umat, gitu. Semua kalangan memakainya. Tidak perduli mereka “The Have atau pun The Have Not“, pejabat atau bukan. ‘Gak ada limitasi atau batasan-batasan strata sosial orang memakai Batik. Malah bisa dikata Batik adalah alat pemersatu bangsa dengan segala perbedaannya. Seperti halnya kekayaan corak dan motifnya, begitu pula bahwa ada banyak alasan seru kenapa memakai Batik itu lebih baik. Nah, berikut ini nih diantaranya,

Batik
  • 1
    BATIK ITU FASHIONABLE BANGET
    Dengan banyaknya motif, warna dan corak, Batik sangat terlihat menarik saat dipakai. Bahkan para pesohor dunia menjadikan batik sebagai fashionnya. Uniknya, Batik cocok dipadukan dengan jenis pakaian apa saja tanpa harus takut merusak mode
  • 2
    MEMAKAI BATIK ITU BANGKITKAN NASIONALISME
    Memakai Batik itu menjukkan identitas dan jati diri Indonesia. Jadi dengan memakainya akan membangkitkan rasa bangga terhadap bangsa dan negara (Nasionalisme)
  • 3
    BATIK ITU FUN !
    Pakai Batik itu Fun banget, karena bisa dipakai di segala kondisi kegiatan baik resmi maupun santai. Bahkan cuman Batik yang tetap asik dipakai untuk aktifitas sehari-hari.
  • 4
    PAKAI BATIK ITU "MRIYAYENI" ALIAS ELEGANT
    Tak hanya fashionable dan fun, pakai batik juga akan terlihat Mriyayeni dan elegant walaupun motif, warna dan coraknya terlihat “menyala”.
  • 5
    MENGGERAKKAN EKONOMI KERAKYATAN
    Batik Indonesia umumnya diproduksi oleh para pengrajin dari berbagai daerah. Nah, dengan membeli dan memakainya berarti ikut serta menggerakkan roda ekonomi rakyat

Satu Dari Jutaan Penggemar Batik

saya mungkin salah satu dari jutaan orang yang menggemari Batik. Kegemaran ini bukan datang tiba-tiba karena sedari masih anak-anak saya memang sudah suka dengan yang namanya kerajinan tangan (handmade) tradisional, utamanya batik dan pernak-perniknya.

Adalah ibu saya, seorang pensiunan Guru SD di Kaligangsa Wetan Brebes, yang mengenalkannya Batik Kepada saya.

Saat masih aktif mengajar, ibu memang saya suka mendesain dan menjahit sendiri baju-baju tari modern berbahan Batik bagi murid-muridnya untuk mengikuti lomba, baik di tingkat Kabupaten Brebes maupun Propinsi Jawa Tengah. Dan saya salah satunya.

Kegemaran saya dengan Batik itu masih berlanjut hingga kini, bahkan ketika saya sudah pindah domisili ke Yogyakarta, 10 tahun lalu.

Kalau ada pameran-pameran Batik, tak jarang saya menyempatkan diri mengunjunginya dan berburu Batik untuk keluarga. Kenapa, karena biasanya ada banyak diskon saat pameran.

Bahkan kalau pas lagi ada sedikit rejeki lebih, sambil refresing saya malah bela-belain datang ke pengrajin Batik secara langsung, baik di dalam kota maupun luar kota.

Entahlah, saya dan keluarga seperti mempunyai kepuasan tersendiri gitu memakai batik dan berburu Batik.

Batik
Batik
error: Alert: Content is protected !!