Pentingnya Membuat Aplikasi Mobile Bagi Usaha

Kecenderungan orang yang semakin mobile centris, menjadikan ekosistem mobile menjadi segmentasi penting bagi bisnis. Namun untuk mengelola segmentasi ini para pelaku usaha perlu membuat aplikasi mobile bagi usahanya. Pertanyaannya, seberapa penting?

Dalam digital marketing, selain website, media sosial dan SEM (Search Engine Marketing), salah satu pola komunikasi lainnya yang bisa dimanfaatkan para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya adalah aplikasi mobile. Berbeda dengan saluran komunikasi lainnya, secara teknis aplikasi mobile ini untuk membidik segmentasi pasar yang lebih spesifik yakni bagi pengguna smartphone.

Bagi pelaku usaha, pilihan menggunakan aplikasi mobile untuk pengembangan usaha sangat realistis menurut saya karena telah terjadi polarisasi dan perubahan paradigma yang luar biasa dalam masyarakat. Koreksi kalau saya salah, bahwa sejak internet dikenal luas pada era tahun 1990-an, hidup masyarakat memang semakin internet sentris. Didukung dengan semakin terjangkaunya harga smartphone, aktivitas masyarakat pun semakin addicted dengan koneksi internet dan smartphone (smartphone centris)

Kedua anak kandung teknologi ini bahkan telah mengambil alih peran banyak hal. Smartphone misalnya, kediriannya tidak hanya sekedar untuk berkomunikasi dan bermedia sosial, namun juga memudahkan aktivitas harian penggunanya. Saking bermanfaatnya, orang-orang bahkan tidak cukup puas dengan satu smartphone saja.

Survey APJII dan Indonesia Survey Center (ISC) tentang penetrasi internet di Indonesia Q2 tahun 2019-2020 menguatkan argumen itu, bahwa 95,4% dari 7.000 responden di Indonesia mengakui kalau mereka terhubung dengan internet setiap hari menggunakan smartphone untuk berbagai kebutuhan.

Hal yang sama juga ditunjukkan dengan laporan dari We Are Social tentang perkembangan pengguna internet di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dalam laporan bertajuk “Digital 2020: A comprehensive look at the state of the internet, mobile devices, social media, and ecommerce”,  We are Social menyajikan data bahwa dari total 272,1 juta populasi nasional, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 175,4 juta jiwa.

Yang menarik dari laporan ini adalah, We Are Social menyebut kalau jumlah smartphone yang terkoneksi internet di Indonesia mencapai 338,2 juta unit atau hampir dua kali lipat jumlah pengguna internet secara nasional. Ini artinya hampir rata-rata orang Indonesia punya lebih dari satu smartphone.

aplikasi mobile
peta indonesia
0
Populasi Nasional

Dalam juta 

0
Smartphone Terkoneksi

Dalam juta 

0
Pengguna Internet

Dalam juta 

0
Pengguna Media Sosial

Dalam juta 

We Are Social – “Digital 2020: A comprehensive look at the state of the internet, mobile devices, social media, and ecommerce”

Seberapa Sering Orang Indonesia Terhubung Internet
Melalui Smartphone

APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia) – Indonesia Survey Center (ISC), 2020

Pentingnya Aplikasi Mobile Bagi Usaha

Bagi sebuah usaha, apapun jenisnya, titik pemberhentian paling ujung dari upaya marketing adalah bagaimana produk dan jasa yang dimiliki laku terjual.

Namun, produk dan jasa akan terjual bila diketahui dan dikenal orang. Tanpa hal itu muskil orang akan membeli. Itu artinya perlu upaya untuk mengenalkan produk dan jasa yang dimilikinya dengan melakukan berbagai strategi marketing. Secara spesifik, yang saya maksudnya dalam hal ini adalah promosi.

Sebenarnya banyak pola promosi yang bisa dipilih. Namun dalam era digital seperti saat ini media yang promosi yang dipilih pun idealnya yang digital pula. Menurut saya strategi promosi konvensional menggunakan papan reklame, iklan koran, radio dan sejenisnya sudah sulit diandalkan untuk mengenalkan produk kepada calon pembeli.

Di sisi lain, bila meilhat fakta dan kecenderungan saat ini di mana orang-orang semakin smartphone centris, maka membidik segmentasi pengguna smartphone patut dipertimbangkan bagi pelaku usaha.

Sudah jelas, karena segmentasi yang dibidik adalah ekosistem pengguna smartphone maka pelaku usaha perlu membuat aplikasi mobile yang mampu merepresentasikan produk dan jasa yang dimiliki serta layanan-layanan lain yang dimilikinya kepada calon pelanggan.

Bagi pelaku usaha, membidik segment pengguna mobile dengan aplikasi mobile ini memberi berbagai keuntungan. Dengan cara kerja yang unik, aplikasi mobile akan meningkatkan kredibilitas usaha dan mampu menjangkau pasar secara spesifik.

Namun yang paling penting, aplikasi mobile ini menjadi cara terbaik untuk mempertahankan dan meningkatkan loyalitas. Pelanggan akan terus terhubung. Dengan mudah mereka pun dapat melakukan kontak langsung, transaksi langsung, melihat gallery produk dan jasa yang ditawarkan, melakukan pemesanan langsung dan sebagainya.

Itulah beberapa alasan kenapa aplikasi mobile sangat penting bagi pelaku usaha di era teknologi digital seperti saat ini.

Sudah Punya Website Usaha Yang Responsive,
Masih perlukah Aplikasi Mobile?

Sebagai salah satu pelaku usaha, saya awalnya juga mempunyai pertanyaan yang sama. Namun beberapa literasi memberikan penjelasan yang masuk akal bagi saya bahwa sebuah usaha idealnya memang memiliki aplikasi mobil, disamping website.

Menjadi bagian dari digital marketing, baik website dan aplikasi mobile mempunyai beberapa perbedaan baik dari segi fungsi, manfaat dan keuntungan yang diberikan.

Secara fungsi, perbedaan dari keduanya adalah, ketika website adalah media digital yang efektif untuk menjangkau pasar lebih luas, maka aplikasi mobile menjadi media paling efektif untuk mempertahankan loyalitas pelanggan. begitu kurang lebihnya.

Nah agar mempunyai pemahaman yang lebih komprehensif, berikut ini beberapa poin perbedaan antara website dan aplikasi mobile.

Website
Aplikasi Mobile
  • Website lebih mudah diakses menggunakan semua perangkat mobile melalui browser.
  • Tidak bisa diakses jika perangkat tidak memiliki koneksi internet.
  • Biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan website relatif terjangkau.
  • Website bisa dibagikan dengan mudah kepada sesama pengguna melalui tautan.
  • Notifikasi baru bisa dilihat ketika pengguna membuka website.
  • Pengguna tidak bisa menggabungkan fitur smartphone ke dalam website.
  • Website lebih fleksibel dan tidak terikat dengan peraturan dari portal aplikasi.

Lebih Hemat Kursus Ketimbang Membuat Aplikasi Mobile Melalui Pihak Ketiga

Beberapa waktu lalu saya melego sebuah Macbook Pro yang saya miliki karena membutuhkan modal mengembangkan kedai makan yang saya kelola. Kebetulan yang membeli adalah seorang developer aplikasi mobile terutama untuk toko online dan game.

Dari pembeli itulah saya tahu, kalau membuat aplikasi mobile ternyata itu ternyata tidak murah. Dia bilang kalau satu paket paling dasar aplikasi mobile versi Android dan IOS, harga paling rendah adalah Rp 20 juta.

Harga itu pun hanya untuk tahun pertama. Pengguna harus mengeluarkan biaya lagi untuk tahun kedua dan selanjutnya untuk beberapa item seperti biaya sewa server, biaya maintenance, biaya penambahan fungsi bila ada dan sebagainya yang jumlahnya bisa sampai jutaan juga.

Nah, berdasar informasi inilah saya menyimpulkan bahwa bagi pelaku usaha akan jauh lebih hemat berinvestasi dengan mengikui kursus sendiri atau mengkursuskan staff ITnya untuk belajar membuat aplikasi mobile ketimbang membuatnya melalui pihak ketiga (developer).

Kursus Aplikasi Mobile di DumetSchool

Membuat mobile aplikasi itu rumit menurut saya, berbeda dengan membuat website usaha yang secara teknis lebih mudah karena terbantu dengan berbagai plugins, bila menggunakan wordpress. Menciptakan sebuah aplikasi mobile membutuhkan berbagai tools. 

Pembuatnya pun dituntut memahami bahasa coding (pemprograman) dengan baik, menguasai tahapan-tahapan secara hirarkis dan sebagainya. Maka, mengikuti kursus jauh lebih baik ketimbang belajar secara otodidak agar hasilnya maksimal. Kalau toh pun memutuskan untuk ikut kursus maka menurut saya idealnya juga memilih tempat kurus membuat aplikasi mobile terbaik.

Tempat kursus tebaik itu bukan semata-mata karena harganya yang murah, lebih dari itu adalah mempunyai silabus materi yang jelas, berpengalaman, dipercaya masyarakat dan institusi, mempunyai lulusan yang benar-benar memahami materi kursus dan sebagainya. 

Sebenarnya ada banyak, namun salah satu tempat kursus membuat aplikasi mobile terbaik di Indonesia yang direkomendasikan banyak orang adalah DumetSchool.

Tentang lembaga kursus DumetSchool ini, ada baiknya kalau anda juga membaca tulisan saya yang berjudul Harus Tutup Saat Lockdown, Digital Marketing Jadi Jalan Bangkitnya Usahaku.

Atau melihat storyboard berikut ini,

Di lembaga kursus yang mempunyai dua tepat pembelajaran yakni di Jakarta dan Depok serta tidak berafiliasi dengan lembaga kursus lain ini, siswa akan belajar membuat aplikasi mobile berbasis Android atau iOS mulai dari nol sampai menjadi jago, baik sudah mempunyai background IT maupun belum dengan silabus pembelajaran yang telah disesuaikan dengan kebutuhan.  

Apa yang akan dipelajari siswa di kursus mobile application DumetSchool?

Dikursus aplikasi mobile DumetSchool, siswa akan mempelajari belajar pemrograman dasar mobile application, membuat program aplikasi Android sederhana, cara mudah membuat program dan aplikasi berbasis Android, serta cara membuat program dan aplikasi mobile yang menjual.

Untuk itu, ada 7 kelas pembelajaran yang disediakan bagi siswa yaitu HTML & CSS, Bootstrap, PHP & MySQL, Javacript, Angular, Ionic Fundamental, dan Ionic Advanced.  Simak! Berikut ini penjelasan detail dan biayanya.

PREMIUMRp 13 JUTA

Materi yang dipelajari di kelas:

Angular

Framework Javascript untuk front-end

Artboard 5

Ionic Fundamental

Membuat aplikasi mobile apps (android dan iOS) dengan fitur standard

Artboard 5

Ionic Advanced

Membuat aplikasi mobile apps (android dan iOS) dengan fitur advanced

  • Syaratnya wajib sudah menguasai HTML & CSS, Bootstrap, PHP & MySQL, dan Javacript.
  • Estimasi selesai kursus yaitu 2 bulan dengan jatah waktu kursus yang tidak terbatas (seumur hidup) dan sampai bisa.
  • Pembayaran bisa dengan debit, credit, transfer bank, dan cicilan.

PROFESIONALRp 23 JUTA

Materi yang dipelajari di kelas:

HTML & CSS

Mendesain layout / tampilan website

Bootstrap

Membuat website yang responsive

Angular

Framework Javascript untuk front-end

PHP & MySQL

Membuat program / fitur di website

Javacript

Membuat website yg interaktif

Artboard 5

Ionic Fundamental

Membuat aplikasi mobile apps (android dan iOS) dengan fitur standard

Artboard 5

Ionic Advanced

Membuat aplikasi mobile apps (android dan iOS) dengan fitur advanced

  • Estimasi selesai kursus yaitu 4 bulan dengan jatah waktu kursus yang tidak terbatas (seumur hidup) dan sampai bisa.
  • Pembayaran bisa dengan debit, credit, transfer bank, dan cicilan.

ULTIMATERp 28 JUTA

Materi yang dipelajari di kelas:

HTML & CSS

Mendesain layout / tampilan website

Bootstrap

Membuat website yang responsive

Angular

Framework Javascript untuk front-end

PHP & MySQL

Membuat program / fitur di website

Javacript

Membuat website yg interaktif

OOP

Pemrograman PHP tingkat lanjut

Codeigniter (Company Profile)

Membuat sistem Company Profile

Artboard 5

Ionic Fundamental

Membuat aplikasi mobile apps (android dan iOS) dengan fitur standard

Artboard 5

Ionic Advanced

Membuat aplikasi mobile apps (android dan iOS) dengan fitur advanced

  • Estimasi selesai kursus yaitu 6 bulan dengan jatah waktu kursus yang tidak terbatas (seumur hidup) dan sampai bisa.
  • Pembayaran bisa dengan debit, credit, transfer bank, dan cicilan.
promo-bulanan

Keuntungan Kursus Aplikasi Mobile di DumetSchool

Sudah banyak orang telah mengambil kelas kursus membuat aplikasi mobile di DumetSchool.  Mereka berasal dari berbagai kalangan dari mulai staff profesional, freelancer, mahasiswa, fresh graduate, hingga siapapun yang ingin bisa membuat Mobile Apps berbasis Android maupun IOS. 

Alasannya, selain karena DumetSchool memberi garansi siswanya 100% langsung praktek membuat aplikasi android dan iOS, juga memberi garansi 100% uang kembali apabila siswa tidak bisa memahami modul yang diajarkan.

Namun tak hanya itu, siswa juga bisa mendapat berbagai keuntungan lain bila kursus membuat aplikasi mobile di DumetSchool. Keuntungan-keuntungan yang di dapat ini bahkan tidak didapatkan di tempat kursus lainnya.

Simak! Berikut di antaranya,

Semi Private

Kelas tidak menunggu sampai 2 atau 3 murid. Berapa pun jumlah siswa, kelas tetap dimulai. Di masa pandemi Covid-19 ini, kelas bahkan bersifat private dan bisa online sehingga siswa yang berasal dari luar kota pun bisa mengikuti kursus di DumetSchool

Jadwal Belajar Fleksibel

Di DumetSchool, siswa sendiri yang menentukan jadwal kursusnya sehingga tidak mengganggu aktivitas hariannya dan lebih fokus

Free Konsultasi Seumur Hidup

Siswa akan disupport seumur hidup dari mulai akses ke akses iLab hingga konsultasi dengan para instruktur

Materi Up to Date

Materi pembelajaran dan aplikasi yang di gunakan selalu up to date mengikuti perkembangan teknologi saat ini.

Base On Project

Semua materi pembelajaran membuat aplikasi mobile di DUMET School dibuat berdasarkan studi kasus yang terjadi di dunia pekerjaan.

Instruktur bersertifikasi Internasional

Semua instruktur DUMET School sudah memiliki sertifikasi internasional sesuai dengan skillnya masing-masing.

Beberapa Contoh Karya Siswa DumetSchool

Kantor Jakarta

Ruko Permata Regensi Blok B - 18,
Jalan Haji Kelik Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat 11630 (Depan Hutan Kota Srengseng)
Telp: 021-5890-8355, 0812-9933-3913

Kantor Depok

Ruko Jalan Kartini Raya No. 53
Pancoran Mas, Depok 16436 (± 5 Menit dari Kantor Walikota Depok)
Telp: (021) 7720-7657, 0812-9393-3210

  • 081993666688
  • 081213600111
  • 081299333913
  • 081293933210
  • info@dumetschool.com

Akhir Tulisan

Nah, begitulah artikel kali ini. Artikel yang membahas tentang pentingnya membuat aplikasi mobile bagi usaha atau bisnis dan DumetSchool.

Sebagai pelaku usaha di bidang kuliner, setelah membuat website untuk kedai makan, saya pun menginginkan bisa membuat atau mempunyai aplikasi mobile untuk bisnis saya.

Akhirnya, Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan menginspirasi.

dokumentasi-warung2

Personal website seorang blogger dari kota Bombay van Java (Brebes)