PON XX Papua 2021,Harapan Baru dari Timur!

Dua bulan ke depan, Pekan Olah Raga Naional – PON XX akan digelar di Papua. Euphoria menyambut event olahraga antar propinsi di Indonesia ini semakin terasa di seluruh penjuru Indonesia. Namun, PON kali ini beda. Ia menjadi harapan baru dari timur di tengah-tengah pandemi yang masih belum berhenti. What else?  

Sebagai penyuka event-event olah raga, sebenarnya saya sedang menunggu dua event akbar yang tertunda tahun ini yakni Olympiade Tokyo 2020 dan PON XX 2021 Papua. Dua event olah raga ini awalnya scheduled di tahun 2020. Namun karena pandemi Covid-19 yang kian mengglobal dan mengkhawatirkan, keduanya akhirnya ditunda pelaksanaannya hingga tahun 2021 ini.

Olimpiade. Ya, bukan tanpa alasan kalau saya menunggunya. Ini adalah event olahraga tingkat dunia yang diikuti sebagian besar negara. Indonesia sendiri telah ambil bagian dalam event ini sejak tahun 1988 di Soul. Saat itu atlet Indonesia meraih medali perak untuk kali pertama yang dipersembahkan oleh Nurfitriyana Saima dari cabang panahan. Sejak itu atlet-atlet Indonesia terus membawa pulang medali emas, perak dan perunggu di setiap olimpiade. Itulah alasan kenapa olimpiade selalu untuk ditunggu. 

Ya, seperti Olimpiade Tokyo 2020 saat ini di mana negara kita juga mengirimkan atlet-atlet terbaiknya untuk mengikuti beberapa cabor seperti atletik, panahan, rowing, menembak, bulu tangkis, angkat besi, renang dan angkat berat. Teriring doa kemenangan, saya berharap ada kejutan emas di Olimpiade Tokyo 2020 di tahun 2021 ini. 

Selain olimpiade, saya juga tidak ingin kehilangan momen-momen seru di ajang Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX yang akan diselenggarakan pada tanggal 2-15 Oktober 2021. PON tahun ini bakal berbeda dari sebelumnya. Selain diselenggarakan di tengah pandemi, untuk pertama kalinya sejak tahun 1948, event olahraga level nasional ini dilaksanakan di propinsi paling timur Indonesia yakni Papua. 

Dengan tema “Sambut Mentari Baru, Harapan Baru dari Timur”,  PON XX Papua ini akan menjadi event olah raga paling menarik dalam sejarah PON karena memadukan sportivitas olah raga dengan keindahan alam dan kekayaan budaya bumi Cendrawasih yang tiada duanya.

PON tahun ini bakal berbeda dibanding PON-PON sebelumnya. Untuk pertama kalinya sejak tahun 1948, event olahraga level nasional ini dilaksanakan di propinsi paling timur Indonesia yakni Papua.

Harapan Baru dari Timur: Percepatan dan Pemerataan Pembangunan INFRASTrukTUR DI BUMI CENDRAWASIH

Menurut saya, terpilihnya Papua sebagai tuan rumah PON XX ini sangat tepat. Papua akan menjadi representasi wilayah timur NKRI yang telah menunggu tak kurang dari 73 tahun untuk menghelat event empat tahunan ini. Ya, PON sebelumnya sebagian besar memang dilaksanakan di pulau Jawa. Sesekali saja dilaksanakan di luar pulau Jawa seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Apa sih arti penting sebagai tuan rumah PON XX ini bagi Papua?

Seiring tema “Sambut Mentari Baru, Harapan Baru dari Timur”, PON XX 2021 ini menjadi harapan baru terjadinya percepatan dan pemerataan pembangunan di Papua. Seperti PON terahulu, dalam pelaksanaannya pasti selalu diikuti pula dengan pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana dasar yang berkorelasi posisi terhadap pergerakan barang dan jasa.

…PON XX 2021 Papua ini menjadi harapan baru terjadinya percepatan dan pemerataan pembangunan di Papua

Buktinya, sejak dinyatakan sebagai tuan rumah PON XX melalui Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 0110 Tahun 2014 tentang Penetapan sebagai Tuan Rumah Pelaksanaan PON XX, pemerintah pusat bersama propinsi Papua langsung tancap gas melakukan pembangunan dan perbaikan berbagai infrastruktur.

Infrastruktur yang saya maksud meliputi venue lomba dan infrakstruktur pendukung lainnya seperti wisma atlet, jalan, jembatan, jaringan air bersih, listrik, telekomunikasi, ruang terbuka hijau dan sebagainya.

Karena PON ini menjadi pertaruhan harga diri Papua dan bangsa Indonesia, maka pembangunan venue dan infrastruktur pendukungnya pun tidak main-main. Sesuai amanat dari Inpres No. 10/2017 tentang Dukungan Penyelenggaraan PON XX dan Pekan Paralimpik Nasional XVI di Provinsi Papua maka venue PON dibangun megah dan berkelas internasional. Saya mencatat setidaknya ada 5 (lima) venue PON XX Papua 2021 yang memiliki standar internasional tersebut.   

Stadion Lukas Enembe

Stadion megah yang akan menjadi venue utama PON XX Papua ini dibangun di atas lahan seluas 13 hektar dan menghabiskan anggaran tak kurang dari 1,3 T. Stadion ini memiliki kapasistas 40.000 penonton ini single sit dan disebut-sebut sebagai stadion termegah di Indonesia Timur.Kemegahan stadion yang mirip dengan stadion Salt Lake India ini bahkan berani dibandingkan dengan GBK Senayan, Jakarta. 

Terletak di jalan raya Sentani-Waena, wilayah Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, stadion Lukas Enembe ini memiliki venue lapangan sepak bola standar FIFA di mana rumputnya saja menggunakan rumput sintetis Zoysa Matrella. Dalam PON XX Papua 2021 ini, stadion Lukas Enembe digunakan sebagai venue pembukaan dan penutupan PON XX serta menggelar berbagai cabang olah raga.

Istora Papua Bangkit

Di area yang sama juga dibangun Istora Papua Bangkit yang modern dan juga berkelas internasional. Istora ini di area seluas 33.016 meter dengan anggaran 278 miliar lebih. Istora yang akan digunakan untuk pertandingan olahraga senam, bulu tangkis dan bola basket ini disebut menjadi tonggak sejarah bagi dunia olahraga Papua karena pertama kalinya memiliki Istora berstandar Internasional.

Seperti halnya Stadion Lukas Enembe, Istora Papua Bangkit juga menjadi ikon kebanggaan masyarakat Papua karena diklaim sebagai Istora terbesar di Indonesia. Istora yang bisa optimal dengan 8.000 tempat duduk ini bahkan mendapatkan 3 (tiga) rekor MURI sekaligus untuk struktur baja lengkung bentang terpanjang, atap tanpa sambungan dan baut mengerucut terluas berbentuk dome, serta instalasi terpanjang dan diameter terbesar textile duct.

Arena Aquatic

Untuk olah raga renang di PON XX, Papua juga telah memiliki Arena Aquatic berkelas internasional yang sudah memperoleh sertifikat dari Federasi Renang Internasional (FINA) dan telah memenuhi standar Olimpiade. Arena Aquatic Papua yang juga berada di Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura ini akan menjadi venue Aquatic termegah di Indonesia bagian Timur.

Arena yang dibangun di atas lahan seluas 23.124 m² dengan luas bangunan 17.733 m2 serta memiliki kapasitas spectator 1.722 seat ini dilengkapi dengan pencahayaan field of play 1500 lux untuk kolam tanding dan kolam diving. Selain itu, arena ini juga dilengkapi dengan fasilitas canggih dan modern lainnya seperti timing system, scoring board, sound system, tata udara, CCTV, solar panel, serta penataan kawasan untuk parkir, landscape dan bangunan penunjang lainnya.

Venue Cricket

Venue berstandart internasional lainnya adalah Venue Cricket. Venue ini berada di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Venue yang dibangun di atas tanah seluas 2.802 m2 dengan kapasitas tribun 2.585 penonton ini juga telah mendapatkan akreditasi dari Dewan Cricket Internasional atau International Cricket Council (ICC).

Venue Cricket Papua ini bahkan merupakan arena cricket pertama di Indonesia yang memenuhi standar internasional. Venue ini dilengkapi dengan fasilitas pendukung modern seperti lapangan pemanasan, papan skor LED serta pencahayaan Field of Play berkekuatan 1.000 lux yang membuat malam terasa siang.

Venue Hoki

Di venue Cricket ini juga dibangun arena hoki indoor seluas 17.783 m2 dengan berkapasitas 1.900 kursi serta arena hoki outdoor seluas 18.807 m2 dengan kapasitas tenpat duduk 1.250 kursi. Venue hoki outdoor di Doyo Baru ini juga telah mendapatkan sertifikat dari Federasi Hockey Internasional (FIH).

Namun tak hanya venue pertandingan saja yang dibangun. Pemerintah juga telah membangun sarana prasarana dan fasilitas pendukung PON lainnya seperti venue untuk Dayung, Panahan, Sepatu Roda, 6 (enam) rumah susun untuk wisma atlet di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Merauke serta pembangunan jalan Telaga Ria -Khalkote-Dapur Papua sepanjang 5,16 km di Kab. Jayapura. Selain itu, untuk mendukung kegiatan olahraga balap motor juga sudah dilakukan peningkatan Jalan Merauke-Kuprik-Tanah Miring di Kabupaten Merauke sepanjang 7,36 km serta pembangunan sistem drainase dan sanitasi yang lebih memadai. 

Nah, megahnya venue dan fasilitas pendukung PON XX ini memberikan gambaran kalau Provinsi Papua memiliki infrastruktur yang sangat representatif dan siap menjadi tuan rumah PON XX tahun 2021. Papua pun bersiap menyambut mentari baru serta harapan baru dari timur dalam mencetak atlet-atlet berprestasi di level nasional maupun internasional. 

Namun yang lebih penting dari itu semua adalah, pembangunan berbagai infrastruktur ini adalah gambaran pemerataan pembangunan nasional dalam kerangka NKRI yang akan mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan dan kepariwisataan di papua secara berkelanjutan bagi 3,5 juta penduduk Papua. 

4 Klaster PON XX 2021 Papua

Sebagai informasi, pada PON XX Papua tahun 2021 ini akan mempertandingkan 37 cabang, 56 disiplin olahraga, 679 nomor pertandingan dan diikuti 6442 atlet dari 34 propinsi di Indonesia. Dalam praktiknya, pertandingan dibagi dalam 4 (empat) klaster yakni klaster kota Jayapura, kabupaten Jayapura, kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. Setiap klaster akan mempertandingkan cabang olah raga berbeda. Berikut pembagiannya! 

Klaster Kab. Jayapura

Mempertandingkan 14 cabang olahraga dan 21 nomor disiplin yakni Gantole, Paralayang, Loncat Indah, Renang, Renang Artistik, Polo Air, Hoki Outdoor-Indoor, Baseball dan Sotfball, Senam Aerobik, Senam Artistik, Senam Ritmik, Muaythai, Senam Kolam, Kempo, Rugby 7’S, Menembak, Kriket, Sepak bola, dan Panahan.

Venue yang akan digunakan adalah Lukas Enembe Sport Complex, Stadion Lukas Enembe, Istora Lukas Enembe, Arena Menembak Indoor Lukas Enembe, Arena Akuatik Kampung Harapan, Doyo Baru Sport Complex, Gor Hoki Doyo Baru, Lapangan Hoki Doyo Baru, Lapangan Kriket Doyo Baru, Uncen, Stadion Mahachandra Uncen, Lap. Baseball dan Softball Uncen, Auditorium Uncen, GOR Rudy Resnawan, GOR STT Gidi Sentani, Stadion Barnabas Youwe, GOR Toware, Arena Dayung Jayapura dan Bukit Teletubis Doya.

Klaster Kota Jayapura

Mempertandingkan 15 cabang olahraga dengan 22 nomor disiplin yakni Renang Perairan Terbuka, Angkat Besi, Angkat Berat, Binaraga, Softball, Voli Indoor, Voli Pasir, Canoeing, Rowing, Traditional Boat Race, Layar, Taekwondo, Karate, Pencak Silat, Selam Laut, Sepak Takraw, Sepatu Roda, Sepak bola Putri, Tenis, Bulutangkis, dan Tinju.

Venue yang akan digunakan adalah Koya Koso, Teluk Yos Sudarso, Pantai Hamadi, Kolam Ajendam, Lap. Mahacandra, GOR Koya Timur, Auditorium UNCEN, Buper Waena, GOR Cendrawasih, Lap. Baseball dan Softball UNCEN, Balai,, Diklat Penerbangan, Lap. Tenis Walikota, GOR Waringin, GOR Trikora UNCEN, Teluk Youtefa, GOR Voli Koya Koso, Lapangan Voli Pasir Koya Koso, GOR Cendrawasih, Lapangan Tenis Kantor Walikota Jayapura, Stadion Mandala, Lapangan Panahan Jayapura, Lapangan Sepatu Roda Jayapura, dan Bukit McArthur.

Klaster Kab. Mimika

Mempertandingkan 9 cabang olahraga dan 12 nomor disiplin yakni Judo, Aeromodeling, Terbang Layang, Terjun Payung, Atletik, Bola Basket, Biliar, Futsal, Bola Tangan, Panjat Tebing, dan Tarung Derajat.

Venue yang akan digunakan adalah Mimika Sport Complex, Stadion Mimika Atletik, GOR Mimika, GOR Billiar Mimika, Panjat Tebing Mimika, GOR Futsal Mimika, GOR Eme Neme Yauware, Lanud Timika Moses Kilangin, dan GOR Basket Mimika Sport Center.

Klaster Kab. Merauke

Mempertandingkan 6 cabang olahraga dengan 6 disiplin seperti Bermotor, Catur, Wushu, Anggar, dan Sepak bola Putri.

Venue yang akan digunakan adalah Gedung Pertemuan Bella Fiesta, GOR Lantamal, Jalan Raya, Stadion Katapal, Tanah Miring, GOR Koni I Head Sai, Swiss Bel-Hotel, GOR Merauke, dan Sirkuit Balap Motor Distrik Tanah Miring.

Hitung Mundur

Menuju PON Papua 2021 – 2 OKT 2021 20:20 WIT

Days
Hours
Minutes
Seconds

MENEPIS BATAS Diri, MENCAPAI PRESTASI PUNCAK Dan Menciptakan Rekor Baru

Seperti halnya PON sebelumnya di Jawa Barat lima tahun lalu, saya sendiri sangat antusias menjadi saksi munculnya rekor-rekor baru pada penyelenggaraan PON XX Papua tahun 2021 ini. Lebih-lebih para atlet dari 34 propinsi di Indonesia akan bertanding di venue-venue yang komprehensif, megah dan banyak diantaranya berstandar internasional.

Sebagai informasi saja, di PON sebelumnya terdapat 150 pemecahan rekor baru dalam berbagai cabang olah raga. 89 rekor diantaranya adalah rekor PON seperti di cabang angkat berat yang menyumbang 3 rekor baru, angkat besi 7 rekor, atletik 15 rekor, menembak 16 rekor, paralayang 1 rekor, renang 35 rekor serta cabang selam 12 rekor. Namun bukan hanya rekor PON saja, PON Jabar saat itu juga sukses memecahkan 5 rekor dunia (dari angkat besi), 33 rekor nasional, 26 rekor Asia dan 1 rekor Sea Games.

Dilandasi semangat “Sambut Mentari Baru, Harapan Baru dari Timur”, filosofi logo dan mascot PON saya yakin para atlet akan terpacu melakukan hal terbaik, menepis batas diri demi mencapai prestasi puncak dan mampu menciptakan rekor-rekor baru yang membanggakan daerah, bangsa dan negara.

Yuk, kita sukseskan penyelenggaraan PON XX tahun 2021 di Papua. Percayalah, PON XX 2021 di Papua ini adalah kebanggaan dan harga diri bangsa. Kita sambut mentari baru, harapan baru dari timur.
Torang Bisa!

Pon WEBM

Logo PON XX Papua 2021

maskot drawa 01

Maskot Drawa

maskot KangPho 01

Maskot KangPho

Referensi Tulisan

  • Official Website PON XX Papua  2021 ponxx2020papua.com
  •  
  • Kementerian PUPR – pu.go.id
  •  
  • Liputan 6 -. https://bit.ly/3i5suaQ
  •  
  • Indonesia Baik -indonesiabaik.id
  •  
  • Sumber-sumber minor lainnya
error: Alert: Content is protected !!