mouse

HARUS TUTUP SAAT LOCKDOWN,
DIGITAL MARKETING JADI JALAN BANGKITNYA USAHAKU

Dulu, ketika kampung saya lockdown, saya harus menutup kedai makan saya karena tak ada pembeli. Saya pun melakukan segala upaya agar kedai bisa buka lagi walaupun dengan pola berbeda. Mulailah saya menerapkan Digital Marketing. Kenapa ini penting bagi bisnis dan apa saja manfaatnya bagai usaha saya?

ayam
jus
TeaPot

Membuka usaha kedai makan bukan hal yang baru bagi saya. Bisa dibilang Itu salah satu passion saya sejak dulu. Ketika masih berdomisili di Jogja, saya sudah merintis usaha kuliner ini. Begitu pindah ke kampung kecil di perbatasan Tegal-Brebes, saya pun masih meneruskan usaha tersebut.

Hanya saja kali ini kedai makan saya kelola bersama kakak, dengan memanfaatkan ruang kosong di samping rumah.

Namanya juga di kampung, pengelolaannya pun masih ala kadarnya. Boleh disebut secara tradisional begitu. Pikir saya, yang penting enak, tempat nyaman, harga bersahabat dan memiliki menu makanan yang variatif sehingga pelanggan tak bosan.

Ya, gambarannya itu sama seperti ketika masih di Jogja.

hand-drawn-arrow_15
hand-drawn-arrow_15
Arrow left2

Walaupun kelas kampung, kedai makan yang mulai buka pertengahan tahun lalu ini pun tetap melakukan promosi dan branding. Saya rutin membuat brosur harga yang saya sebar door to door, banner, serta beberapa rountage jalan.

Sebulan sekali saya juga mereview menu-menu untuk mengetahui manakah yang harus diganti atau perlu di promosikan lebih gencar lagi.

Secara teknis saya memang tidak bisa mengukur seberapa efektif promosi pemasaran yang saya lakukan karena semua serba konvensional dan mengalir begitu saja.

Dalam benak saya, yang penting pelanggan banyak yang datang ke kedai, makan di tempat atau dibungkus untuk dibawa pulang. That’s it.

material promosi Kedai Nok Evi

Namun, malang tak dapat di tolak, untung tak bisa diraih. Baru beberapa bulan buka, Covid-19 meluluhlantakkan segalanya. Apa yang saya perjuangkan bak panas setahun dihapus dengan hujan sehari. Kedai makan yang awalnya ramai pengunjung langsung sepi seketika.

Sepinya kedai disebabkan orang-orang engan ke luar rumah karena takut tertular. Lebih-lebih ketika lingkungan tempat tinggal saya saat itu menerapkan kebijakan lockdown karena menjadi zona merah penyebaran Covid-19 yang berasal dari kluster Goa.

Tentu saja kedai makan bermodal kecil dengan omset di bawah 40 juta per bulan ini merugi. Alih-alih untung, modal saja tak kembali. Bahkan puncak dari kejadian ini, warung terpaksa saya tutup karena tak ada satu pun yang datang.

Tutupnya kedai semakin menambah berat perekonomian keluarga. Periuk dapur benar-benar tumbang, seperti ikut-ikutan “terinfeksi” Covid-19. Untuk bertahan hidup, keluarga hanya mengandalkan tabungan dan hasil menjual beberapa aset keluarga.

MENERAPKAN DIGITAL MARKETING

Selama kedai tutup, saya terus berfikir untuk menemukan solusi bagaimana caranya kedai bisa dibuka lagi walaupun dengan pola berbeda. Ini harus saya lakukan karena secara ekonomi keadaan sudah mulai kritis, bahkan berada di titik nazir.

advanced divider

Saat itu saya begitu yakin kalau peluang usaha tidak tertutup sama sekali, tetap bisa menghasilkan bila menemukan pola yang tepat. Namun, yang jelas saya tak mungkin membuka kedai makan seperti sebelum Covid-19. Yang ada di benak saya saat itu adalah bagaimana memanfaatkan momentum Covid-19 tersebut di mana orang-orang takut ke luar rumah.

Namun, setakut-takutnya orang dengan virus mematikan yang bernama corona, toh jug tetap butuh makan. Tak mungkin bisa menahan lapar berhari-hari. Nah, karena takut, itu artinya orang butuh “dilayani” di rumahnya. Begitu pikir saya.

Dari situlah akhirnya saya mulai merubah pola, yakni dengan memanfaat teknologi internet untuk melakukan promosi, penawaran dan penjualan plus dengan layanan pesan antar. Orang bilang apa yang saya lakukan itu dikenal dengan istilah Digital Marketing. Saya sendiri sebenarnya tak asing dengan istilah ini. Beberapa kali saya memang membaca literatur tentang trend pemasaran di era digital yang dianggap sebagai masa depan pemasaran dunia ini.

Awalnya saya sendiri tak terpikir untuk melakukannya. Saya menganggap itu belum terlalu penting untuk usaha saya yang relatif kecil, bermodal kecil dan berada di pelasok kampung, begitu. Namun ternyata anggapan saya itu salah. 

Digital marketing itu hal penting bagi dunia usaha saat ini, Digital marketing menjadi jawaban sekaligus penyeimbang perubahan gaya hidup dan kebiasaan masyarakat yang semakin digital dan internet centris. Di sana sini orang-orang sudah terbiasa mengakses internet dan menggunakannya untuk memudahkan memenuhi kebutuhan hidup. Artinya tak perduli besar atau kecil usaha dan di mana pun tempatnya, kalau memang pingin survive dan berkembang, ini menjadi cara terbaik yang harus dilakukan saat ini.

 

Pengertian digital marketing itu sendiri banyak sekali namun merujuk pada satu esensi yakni suatu usaha memaksimalkan pemasaran brand atau produk melalui media digital elektronik dan internet. Tujuannya untuk menjangkau pelanggan secara cepat, tepat, bersifat personal dan relevan.

Apa bedanya dengan internet marketing?

Saya pernah baca sebuah e-Book dari Asosiasi Digital Marketing Indonesia (DIGIMIND), bahwa digital marketing itu kompleksitas sebuah proses dari mulai strategi marketing seperti penggunaan sosial media, endorse, ebook, webinar, podcast, video, website, dan lain sebagainya. Tujuannya adalah untuk membangun awareness.

Jadi, digital marketing meliputi berbagai media digital, baik yang terkoneksi internet atau pun tidak. Nah, kalau internet marketing itu bagian dari digital marketing yang hanya bisa bekerja dengan internet. Namun banyak orang menganggap bahwa keduanya itu sama. 

Tapi saya pikir oke-oke saja. Secara pengertian saya juga memahami kalau keduanya sama.

Dalam prakteknya, secara umum digital marketing ini memiliki bermacam-macam pola strategi seperti Responsive Webpage, Search Engine Marketing (SEM), Sosial Media Marketing, Email Marketing, Aplikasi Mobile, Video dan Paid Media Ads.

infografis-digital-marketing fixed

3 POLA DIGITAL MARKETING YANG SAYA LAKUKAN

Dari beberapa pola atau strategi digital marketing di atas, 3 (tiga) pola diantaranya telah saya lakukan, yakni,

advanced divider

Memanfaatkan Aplikasi Mobile Layanan Pesan Antar

Pola digital marketing pertama yang saya gunakan adalah melakukan promosi dan pemasaran menggunakan aplikasi mobile. Tentu saja tidak bikin sendiri. Jelas saya enggak mampu. Ya, saya mendaftarkan kedai ke aplikasi mobile khusus layanan pesan antar makanan online yakni Gofood

Masuknya kedai makan saya di aplikasi Gofood ini memberi kebahagiaan tersendiri. Lebih-lebih aplikasi ini memberi kontribusi cukup signifikan terhadap perbaikan omset kedai setelah buka kembali.

Satu hari setidaknya bisa terjadi hingga 10 transaksi dengan jumlah yang bervariasi. Sudah tentu ini sangat membantu di kala lockdown saat itu.  

#1

gOBIZ

Membuat Website Untuk Kedai Makan

Hal kedua yang saya lakukan adalah membuat website khusus untuk kedai makan, yang namanya menggunakan nama kakak tertua saya ini. 

Website dengan alamat domain kedainokevi.online ini saya buat sederhana, semampu yang saya bisa. Domainnya sendiri adalah support UKM dari sebuah ISP di Bekasi, Jawa Barat.

Saya menggunakan CMS WordPress yakni CMS sejuta umat yang dipakai lebih dari 30% website di seluruh dunia. Templatenya saya menggunakan Twenty-Twenty, dengan beberapa plugin tambahan khusus untuk restaurant.

Kenapa WordPress? Ya, hanya CMS itu yang familiar bagi saya, sama seperti yang saya pakai untuk blog ini.

Dalam praktiknya, website ini saya buat untuk membidik konsumen-konsumen dari instansi baik pemerintah dan swasta, di luar kampung saya.

Setidaknya dengan adanya website ini, kedai saya punya indentitas dan kredibilitas online yang menambah kepercayaan diri dan memudahkan saya melakukan promosi, penawaran dan pemasaran untuk instansi-instansi.

#2

Website Kedai

Melakukan Penawaran Dengan Email Marketing

Setelah website jadi, saya mulai “bergerilya” membuat email penawaran kepada instansi-instansi baik pemerintah maupun swasta.

Dengan email tersebut, saya mengenalkan menu-menu kedai yang ada di website terutama untuk makan siang maupun event. Selain itu saya mengenalkan layanan pesan antar gratis serta nomor telepon yang bisa dihubungi.

 

Tentu saja, saya menyisipkan indentitas online kedai yakni link website. Dan yang pasti saya menggunakan alamat email dengan alamat domain sendiri.

Dari sinilah akhirnya peluang konversi transaksi terbuka lebar-lebar. Dan saya harus bilang digital marketing memang ajaib karena hal yang tidak mungkin menjadi sangat mungkin.

#3

email marketing

MEMBERI BANYAK MANFAAT DAN
MENJADI JALAN KE LUAR PERMASALAHAN USAHA SAYA

Sebenarnya saya sendiri tak menyangka kalau pola-pola digital marketing yang saya lakukan memberi banyak manfaat yang akhirnya malah menjadi jalan keluar bagi permasalahan usaha saya yang terdampak pandemi. Bagi usaha saya, ada 2 (dua) manfaat dominan, yakni,

advanced divider

Hemat Biaya Promosi Marketing

Digital marketing membuat saya bisa menghemat biaya promosi marketing. Bagaimana tidak, sebelumnya saya setiap bulan bisa keluar cost ratusan ribu untuk biaya promosi.

Coba dihitung saja, setiap dua bulan sekali saya biasanya cetak brosur berwarna. Untuk ukuran ketas A4 1 sisi 120gr, 1 rimnya pling murah sekitar Rp 220.000. Selama kedai buka saya sudah ngeluarin biaya lebih dari satu jutaan hanya untuk cetak brosur.

Nah, biaya Itu belum termasuk cetak rountage jalan ukuran 1×2 m yang per lembarnya sampai Rp 43.000. Kalau perbulan saya cetak 5 lembar saja, maka saya harus ngeluarin duit dua ratus ribuan. Itu pun belum biaya pasang untuk abang becak.

Nah, dengan digital marketing, sebut saja seperti bikin website misalnya, modal saya hanya Rp 198.000 per tahun untuk sewa hosting. Kebetulan domain tahun pertama ini gratis. Andaikan saja tahun kedua harus bayar, maka biaya yang keluar tak lebih dari Rp. 500.000 per tahun. Hemat, bukan?

Menjangkau Pasar Yang Lebih Luas

Sejak awal saya membuka kedai ini saya sadar kalau akan sulit untuk berkembang kalau hanya mengandalkan pelanggan dari lingkungan sekitar. Walaupun di kampung sekalipun, saya pun tak lepas dari persaingan. Apalagi sudah berdiri beberapa usaha yang sama di lingkungan saya. Itulah kenapa, menjadi penting bagi saya untuk menjaga loyalitas pelanggan yang berasal dari lingkungan sekitar namun di sisi lain juga harus memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar kampung.

Nah selain aplikasi GoFood, email penawaran yang saya sertakan link website kedai membuka jalan lebar ke arah yang saya mau. Tak sampai tiga hari beberapa instansi yang saya kirimi email penawaran mulai merespon. Beberapa di antaranya bahkan meminta saya datang ke kantornya untuk minta penjelasan lebih lanjut. Tentu saja saya tak mensia-siakan kesempatan tersebut.

Dan pucuk dicinta ulam pun tiba. Tanpa  saya duga, sebuah bank lokal malah langsung meminta saya menyediakan makan siang untuk 72 karyawannya setiap hari. Begitu juga dengan dua dealer sepeda motor dan sebuah universitas swasta. Itu belum beberapa instansi kecil di sepanjang jalan Pantura Kaligangsa Wetan yang membentang dari Brebes ke Tegal, walapun jumlahnya tak sebanyak bank swasta.

Secara temporer saya juga mendapat pesanan dari perorangan atau organisasi untuk event-event tertentu seperti meeting, aktivitas jum’at berkah dan sebagainya. Otomatis saya malah bisa membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar karena merasa kuwalahan.

Ya, andai saja saya tidak tergerak memanfaatkan internet untuk membuat website kemudia membuat penawaran ke instansi dan hanya mengandalkan pelanggan dari lingkungan sekitar, maka periuk nasi sudah tumbang. Situasi memang berbalik arah sejak saya menerapkan beberapa pola digital marketing.

IKUT KURSUS DIGITAL MARKETING

Saya menyadari kalau belum maksimal dalam menerapkan strategi digital marketing. Itu semata-mata karena beberapa pola yang tidak saya pahami sama sekali. Padahal kalau seandainya saya lebiih paham, hasilnya saya yakin lebih dahsyat bagi usaha saya. Itulah kenapa saya ingin memaksimalkan potensi tersebut dengan mengikuti kursus digital marketing.

advanced divider

Dari beberapa pola strategi digital marketing yang saya sebutkan di atas, saat ini saya hanya mampu melakukan 3 (tiga ) pola saja. Padahal masih ada beberapa pola lainnya yang kalau diterapkan bisa jadi hasilnya lebih dahsyat. Ya, itu karena kekurangpahaman saya semata.

Sebenarnya sejak lama saya ingin sekali mengikuti kursus digital marketing untuk menutupi kekurangan saya tersebut. Misalnya saja ambil kelas di DUMET School.

Beberapa kali saya mengulas tempat kursus terbaik di Indonesia ini. Jadi sedikit banyak saya tahu kalau lembaga kursus yang bergerak di bidang pendidikan khususnya kursus website master, desain grafis, web programming dan motion graphic ini juga mempunyai kelas kursus digital marketing.

Kenapa kok saya pilih DUMET School? Kalau ditanya kenapa DUMET School, tentu saja banyak alasannya. Simak, beikut ini alasannya.

SANGAT BERPENGALAMAN

Lembaga kursus ini telah berpengalaman lebih dari 7 tahun. Sejak berdiri tahun 2013, jumlah murid DUMET School mencapai lebih dari 8000 orang yang berasal dari berbagai status dan profesi dari mulai pelajar mahasiswa, guru, dosen, para profesional, pemilik bisnis hingga institusi baik pemerintah maupun swasta di Indonesia (seperti Djarum, BCA, Kompas, DetikCom, Universitas Indonesia, Telkomsel, dll). Bahkan murid-murid DUMET School tidak hanya dari dalam negeri saja tetapi juga dari luar negeri.

Nah, kalau melihat jumlah lulusan yang sebegitu banyak, ini menunjukkan kalau DUMET School bukan lembaga kursus kaleng-kaleng, tetapi terbaik di Indonesia. Logikanya, mana mungkin institusi seperti Djarum hingga Universitas Indonesia mau mengkuruskan staff-staffnya di lembaga kursus yang biasa-biasa saja. Bener, gak sih? 

02

Fleksible & Support Seumur Hidup

DUMET School menawarkan berbagai fasilitas yang bisa jadi tidak dimiliki lembaga kursus lainnya. Selain Sistem pembelajarannya bisa online dan privat di mana 1 murid dihandel oleh 1 instruktur, DUMET School juga membebaskan muridnya memilih hari dan jam kursus sesuai yang dikehendaki (fleksible). Ini tentu saja memberi keuntungan tersendiri terutama bagi murid yang mempunyai kesibukan karena pekerjaan, seperti saya misalnya.

Semua murid juga diberi kebebasan untuk mengakses ke iLab dan mendapat support seperti konsultasi dengan para instruktur seumur hidup serta bebas mengikuti webinar pengembangan diri dan skill yang dilaksanakan setiap minggu.

Garansi 100% Uang Kembali

DUMET School menjamin semua muridnya bisa memahami materi yang diajarkan hingga menggaransi 100% uang kembali kalau ada murid yang merasa sulit dan tidak bisa memahami semua materi kursus. Selain itu semua murid berhat mendapat Sertifikat dari Google dan DUMET School dengan nomor izin dari DIKNAS.

04

Materi Kursus Komprehensif

Keempat, yang membuat saya tertarik adalah materi pembelajarannya yang menurut saya komprehensif. Kelas kursus digital marketing di DUMET School mempelajari berbagai hal mulai dari membuat website bisnis dengan tampilan profesional.dengan WordPress, mempelajari seluk beluk SEO mendapatkan dari Google secara gratis serta mendapatkan calon pembeli dari Google dengan cara beriklan di Google Ads Search. 

Tak hanya itu karena kelas kursus digital marketing di DUMET School juga akan mengajarkan cara beriklan di Youtube dengan Youtube Ads, mendapatkan sertifikasi resmi dari Google atau Google Ads Certification, mempelajari Facebook Ads & Instagram Ads yakni cara mendapatkan calon pembeli dari Facebook dan Instagram dengan cara beriklan, mempelajari seluk beluk Email Marketing dan yang terakhir adalah cara membuat halaman Landing Page untuk jualan serta cara bagaimana cara mendapatkan calon pembeli dari banyak website dan mobile app dengan cara beriklan di Google Ads Display.

Ya betul. Semuanya materi-materi pembelajaran kursus digital marketing di DUMET School ini saya butuhkan sekali untuk kemajuan usaha kedai makan saya. 

Biaya Kursus Terjangkau

Biaya yang relatif terjangkau yakni mulai Rp. 6 jutaan. Dengan materi sebanyak itu, saya pikir biaya kursus sangat masuk, bahkan tergolong murah. Bisa jadi kalau dibandingan dengan lembaga-lembaga kursus sejeniss di Indonesia. Coba lihat tabel berikut.

AKHIR TULISAN

advanced divider

Nah, begitulah cerita saya. Cerita bagaimana akhirnya kedai makan saya bisa buka kembali setelah tutup karena terdampak Covid-19. Cerita bagaimana akhirnya digital marketing memberi jalan keluar melewati masa-masa sulit.

Walaupun belum sepenuhnya menerapkan semua pola dan strategi digital marketing, namun 3 pola yang telah saya lakukan memberi arti penting dan manfaat bagi usaha saya.

Saya sendiri berkeinginan memaksimalkan potensi tersebut, memahami setiap detail dan caranya dengan mengikuti kursus digital marketing di Dumet School.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan menginspirasi .

error: Alert: Content is protected !!